Empat Tips Terhindar dari Insecure dalam Kebaikan

insecure

Gambar oleh PDPics dari Pixabay

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Fillah… 

Gimana kabarnya hari ini ?? Semoga sehat dan selalu dalam lindungannya Yaa… Aamiin…

Temen-temen tau ngga, apa itu Insecure ? Akhir-akhir ini istilah itu lejen banget ya, di media sosial terutama. Rasanya, di mata kita semua orang tampak sempurna dan diidam-idamkan semua orang. Lantas, sebenarnya apasih insecure itu?

Insecure adalah tidak percaya diri, bahkan merasa cemas yang berlebihan. Faktor utama insecure itu muncul karena merasa bahwa dirinya tak lebih baik dari orang lain.

Mungkin banyak dari kita yang merasa insecure karena merasa bahwa dirinya jauh dari kata baik. Jadi berasa gak pantas untuk menebar kebaikan.

Bahkan kamu ngerasa gak ada gunanya untuk hidup di dunia karena terlalu overthinking akan omongan lain. Sebenarnya, boleh saja kita melihat dan mendengarkan apa yang disampaikan orang lain tapi semata-mata untuk menumbuhkan semangat kita menjadi lebih baik bukan malah menjatuhkan kita kedalam lembah yang dalam.

Pikiran-pikiran pesimis akan terus bergejolak di pikiran membuat harapan-harapan yang telah direncanakan menjadi pupus dan masa depan menjadi gelap.

So, pernah gak sih kamu merasa insecure ? Tapi dalam konteks yang berbeda. Insecure dalam kebaikan misalnya atau ketika mengingatkan orang lain tentang kebaikan. Kamu sebenarnya ingin melakukan hal baik itu, ingin share postingan-postingan islami atau berbagi kebaikan kepada orang lain. Namun, disaat itu juga ada keraguan di dalamnya. Ragu karena merasa diri ini belum baik. Ragu karena isi postingan ngga sesuai sama diri sendiri. Rasanya, diri ini masih jauh banget dari kata “baik”. “Apa aku pantes ya ngelakuinnya? Padahal  aku masih banyak dosa..” atau statement-statement lain yang membuat kita ragu.

Terus gimana dong, biar ngga insecure lagi? Pengen banget rasanya untuk berbuat baik, berbagi postingan yang positif. Sebenernya aku share bukan karena ingin menjatuhkan orang lain, apalagi nyindir. Pure untuk reminder diriku sendiri. Syukur-syukur kalo ada orang lain yang ngelakuin..

Tapi, takut kalo apa yang di posting ngga sesuai sama diri sendiri. Gimana kalo orang lain ngira kalo aku ngga sebaik apa yang aku share ?

Keraguan-keraguan semacam itu pun muncul sehingga kita mengurungkan niat untuk melakukannya. Huhuhu 😣

Lantas, apa yang harus dilakukan agar ngga insecure lagi terutama dalam hal kebaikan?

Berikut tips yang bisa kamu terapkan agar terhindar dari insecure :

1. Jangan  pernah membandingkan diri kita dengan orang lain

Kita tahu, bahwa setiap manusia itu unik dan punya keistimewaannya sendiri. Kita tidak bisa “memaksa” untuk menjadi orang lain. Sebagaimanapun kita coba, pasti ada hal-hal yang ngga bisa kita copas dari orang itu. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan kita dengan kemampuan yang berbeda. Lantas, mengapa kita masih tidak bersyukur atas karunia yang Allah berikan?

2. Tidak ada manusia yang sempurna.

Kamu mungkin melihat dia punya kehidupan yang sempurna. Tapi perlu diingat, itu dari sudut pandangmu. Ada sisi dari dirinya yang tidak ingin orang lain tau, apakah dia sedang tersiksa atau mungkin sedang mengalami hal berat.

Setiap manusia punya celah. Kamupun sama. Sehingga, anggaplah orang lain juga punya celah, agar kamu tidak terlalu merendahkan diri dan menjadikanmu tidak bersyukur.

Sesempurnanya orang lain, pasti ada celah yang ngga pengen orang lain tau. Anggaplah statement ini sebagai pengingat dikala insecure, bahwasanya tiada manusia yang sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah Azza Wa Jalla.

3. Menghilangkan rasa ragu dengan membangun kepercaayan diri dengan mengatakan “Aku Pasti Bisa dan Aku Berharga”.

4. Dan yang paling penting adalah lakukanlah karena Allah dan Bismillah for everything.

Seseorang pernah menyampaikan nasehatnya,

 “Jika Allah suka maka aku kerjakan (hal baik itu). Jika Allah nggak suka maka aku tinggalkan”

Ammah Anis Kemala

Karena apa yang kita anggap baik belum tentu baik menurut Allah.

Kita hanya perlu menjalankan planning yang telah direncanakan dengan sebaik mungkin.

Jadi, kembali lagi ke prioritas kita. Jika prioritasnya adalah Allah maka tak perlu takut atau merasa cemas akan penilaian orang lain.

Selagi Allah suka maka lakukanlah.

sunlightfam-

Editor : Shafa NF