Pemuda Penentu Kebangkitan Umat

Kini kita tengah berada di persimpangan jalan. Dunia Islam pada umumnya menghadapi benturan keras dari arus ideologi, pemikiran, moralitas, adat istiadat, kebudayaan, dan lain-lain. Sudah banyak generasi muda bangsa ini karam diterpa gulungan ombak ganas dari peradaban yang carut marut ini.

Ironisnya, mereka sudah sampai pada anggapan bahwa suatu kebangkitan itu ditandai oleh pesta dansa. Modernisasi dilihat dari pergaulan bebas tanpa batas. Pembaharuan diukur dari memasyarakatnya kebiasaan berpesta pora dan hura-hura seperti kita saksikan saat menyambut malam tahun baru 2020.

Tidak sedikit di antara generasi muda yang telah kebarat-baratan ini memandang orang yang masih komitmen kepada ajaran Islam dan yang masih memiliki ciri khas tersendiri sebagai terbelakang dan reaksioner. Menurut mereka, seluruh kebenaran itu datang dari Paris, London, Berlin dan New York, meskipun yang datang dari sana adalah disko dan pergaulan bebas.

Mereka menyatakan, nilai Islam itu harus dibuang jauh-jauh dan dipisahkan dari urusan-urusan kehidupan dunia jika umat ingin maju dalam modernisasi. Pernyataan tersebut sangatlah sesat dan menyesatkan. Allah SWT berfirman:
“…Demikian itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Mereka dilaknati Allah, bagaimana mereka sampai berpaling?” (At-Taubah: 30)
Wahai para generasi muda muslim yang beriman “Tidak di pungkiri lagi, kini masyarakat telah sakit parah. Umat tengah didera oleh derasnya badai hawa nafsu dan dimabuk berbagai macam pesona yang serba menggiurkan. Tentu saja mereka sangat membutuhkan pengobatan secara intensif untuk memulihkan kembali kesehatannya. Umat Islam mendambakan seseorang yang dapat menggandeng tangannya untuk menuju keatas bahtera keselamatan untuk kemudian berlabuh di pantai kedamaian”.

Umat Islam membutuhkan penyelamatan, petunjuk dan perbaikan. Oleh karena itu, siapa lagi kalau bukan generasi muda muslim yang beriman dan bertakwa sebagai tempat satu-satunya melabuhkan seluruh pengharapan. Generasi muslim beriman dan bertakwalah sebagai penentu kebangkitan umat serta sksistensinya.

Oleh karena itu, berilah panutan yang baik kepada orang lain dalam segala sesuatu, baik dalam segi ibadah, muamalah, akhlak, penampilan, ketegasan, dinamisme, pengorbanan, kecintaan kepada mati syahid dan dalam berbagai derap langkah hidup ini.
Untuk mewujudkan misi Islam di muka bumi ini, maka para generasi muda muslim harus memiliki lima kriteria berikut, yaitu:

  1. Iman yang kuat
    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (Al-Hujuraat: 15)
  2. Keikhlasan yang sungguh-sungguh
    “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”
  3. Tekad yang kuat tanpa rasa takut
    “(yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.” (Al-Ahzab: 39)
  4. Usaha yang berkesinambungan
    “Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah: 105)
  5. Pengorbanan
    Hidup ini penuh perjuangan. Perjuangan memerlukan pengorbanan.
    “In individual life and in social life only one law if we wish better life, be ready to sacrifice”
    Landasan iman adalah jiwa yang suci. Landasan keikhlasan adalah hati yang jernih. Landasan tekad ialah semangat yang kuat membara. Landasan usaha ialah kemauan yang keras dan landasan pengorbanan adalah akidah yang kokoh.

Bila kita mengikuti dinamika perkembangan sejarah dalam setiap dimensi, maka kita akan tahu bahwa yang menjadi pilar penyangga kebangkitan Islam, yang menjadi pengibar paji-panjinya dan menjadi panglima perangnya. Semua itu di dominasi oleh tunas-tunas muda muslim yang sarat dengan lima kriteria di atas. Untuk mereka, Allah SWT akan selalu memberikan tambahan taufik dan hidayahNya serta berada dalam kemenangan (kebahagiaan).

Oleh, Dr. Edi Suresman, S.Pd., M.Ag.