Menghidupkan Ramadhan Dibulan-bulan lain

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat Fillah Yang dimuliakan Allah…

Tak terasa Yaa, Bulan Ramadhan telah meninggalkan kita semua…

Rasanya ingin terus mendekap denganya karena keberkahannya. Namun apa daya, waktu bergulir dan akan terus berputar menurut kehendak-Nya.

Sebagai manusia yang diciptakan Allah SWT dengan penuh kesempurnaan dan kemuliaan dari makhluk lain, membuat kita mampu untuk memikirkan dengan akal. Bagaimana getar-getar indah bulan Ramadahan dapat juga tercipta dan terakumulasi di bulan-bulan yang lainnya. Seharusnya inilah yang harus kita perjuangkan.

Saat berada di bulan Ramadhan kita mampu melaksanakan sholat berjama’ah setiap waktu, Qiyamul lail setiap malam, bersedekah setiap hari bahkan menghatamkan Al-Qur’an berkali-kali. Indah sekali bukan ! hendaknya keindahan dibulan Ramadhan tetap ada dan tetap kita laksanakan walau Ramadhan telah meninggalkan kita.

Permasalahannya sekarang, bagaimana amalan-amalan yang biasa kita lakukan pada bulan Ramadhan bisa tetap kita lakukan pada bulan-bulan lainnya.

Satu hal yang harus kita ketahui bahwa Allah SWT sangat senang kepada hamba yang ibadahnya rutin. Bukan pada banyaknya, tapi pada kerutinannya.

Dari ’Aisyah, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah. Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,

أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang rutin (kontinu), walaupun sedikit.” ( HR. Muslim no. 782 )

’Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyah, ”Wahai Ummul Mukminin, bagaimanakah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam beramal? Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?” ’Aisyah menjawab,

لاَ. كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً وَأَيُّكُمْ يَسْتَطِيعُ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَسْتَطِيعُ

Tidak. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (rutin dilakukan). Siapa saja di antara kalian pasti mampu melakukan yang beliau shallallahu ’alaihi wa sallam lakukan” ( HR. Muslim no. 783 )

Di antaranya lagi Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam contohkan dalam amalan shalat malam. Pada amalan yang satu ini, beliau menganjurkan agar mencoba untuk merutinkannya. Dari ’Aisyah, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ

Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” ( HR. Muslim no. 782 )

Jadi gimana ibadahmu setelah Ramadhan ! ada peningkatan ketaqwaan atau malah lebih buruk dari sebelumnya ???

Refrensi :

Aisya dan Keisya Avicenna. 2014. Diary Ramadhan : Mengetuk Pintu Ar-rayyan. Semarang : DNA Publishing.