Mau Dibawa Kemana Ramadhan Kali Ini?

Ramadhan

Ahlan wa sahlan ikhwan wa akhwati fillah.. tak terasa kita sudah memasuki minggu kedua bulan Ramadhan.

Sampai saat ini kita sudah merasakan suasana Ramadhan di tengah pandemik. Terasa berbeda bukan, dengan ramadhan tahun lalu?

Jelas berbeda karena Ramadhan kali ini tidak ada bukber, dilarang ngabuburit, shalat tarawih dirumah, tadarus di masjid ditiadakan, dan hal-hal lain yang membuat kita rindu Ramadhan. Namun, hal tersebut bukan menjadi penghalang untuk terus beribadah dengan sebaik-baiknya.

Berdiam diri dirumah bukan menjadikan suatu alasan untuk bermalas-malasan. Tidur sepanjang hari,  main gadget seharian, bahkan semakin jauh dengan Alquran dan hal-hal lain yang menghambat kita untuk beribadah.

Jika kita merasakan ibadah meningkat saat ramai dan menjadi kendur ketika sendiri, artinya ada yang salah dengan diri kita. Barangkali kita hanya mencari pujian atau pengakuan orang lain dan merasa abai terhadap hakikat ibadah itu sendiri. Mungkin, dirimu akan membuat pembelaan, “kan lebih baik kalau dilakukan secara berjamaah, tidak sendirian ketika berbuat kebaikan”.

Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa hal yang lebih utama jika dikerjakan sendirian, shalat sunnah misalnya. Tetapi, kali ini bukan membahas tentang lebih utama antara sendiran atau berjamaah.

Terus tentang apa? Niat.

Kok bisa?

Niat adalah langkah awal kita dalam melakukan apapun dan akan mengarahkan kita kepada tujuan (goal). Jika kita niatkan untuk kebaikan, insyaaAllah Allah akan tunjukkan jalan menuju kebaikan dan sebaliknya.

Sebenarnya, niat itu bisa berbolak-balik dan hati manusia pun dapat berbolak balik, sebagaimana doa Rasulullah SAW,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ


“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Oleh karena itu, penting untuk memperbarui niat kita agar selalu diniatkan untuk kebaikan.

Apa hubungannya sama Ramadhan?

Hubungannya sama Ramadhan yaitu sama-sama landaskan dengan niat ibadah hanya karena Allah SWT. Sehingga, tidak masalah ketika banyak kegiatan yang biasanya dilakukan di bulan Ramadhan namun kali ini tidak dilakukan.

Jika Diniatkan karena Allah, kita akan terus semangat dan berlomba-lomba dalam meraih keberkahan di bulan suci Ramadhan.

Dengan suasana kali ini, kita punya banyak waktu intens dengan Allah SWT dan lebih khusyuk untuk bermunajat kepadaNya. Sungguh indah bukan?

Jadi, mau dibawa kemana Ramadhan kali ini? Apakah menuju ridho Allah atau hanya mendapat lapar dan haus saja? Dirimu sendirilah yang akan menentukan.

Mumpung masih berada di bulan Ramadhan, yuk kembali luruskan niat serta upgrade dan charge iman kita agar selalu semangat beribadah di bulan Ramadhan. Semangat!

Wallahu a’lam bisshawab.

Editor : Rama Safitri