Puasa Tapi Gak Shalat

Hubungan antara puasa dan shalat bagi seorang mukmin sejati adalah ibarat dua sisi keping mata uang yang tidak bisa dipisahkan, artinya keduanya sama-sama diwajibkan dalam nash Al- Qur’an dan As-sunnah.

Ketika kita tahu bahwa hubungan antara shalat dengan puasa begitu erat dan tidak mungkin dipisahkan, maka muncul sebuah pertanyaan yang berhubungan dengan fenomena ini.

Sebagian orang ketika datang bulan puasa Ramadhan ikut berpuasa, namun tidak pernah atau jarang melaksanakan sholat. Apakah puasanya bisa diterima ?

Para ulama mengatakan bahwa barangsiapa berpuasa tapi meninggalkan shalat, berarti ia meninggalkan rukun terpenting dari rukun-rukun Islam setelah tauhid. Puasa yang ia kerjakan tidak bermanfaat baginya selama ia meninggalkan sholat.

Orang yang meninggalkan shalat hukumnya adalah kafir dan orang kafir tidak diterima amalannya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya :

“ Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka dia telah kafir “ (HR.Ahmad)

Jika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak mengizinkan orang buta untuk shalat dirumah, bagaimana pula dengan orang yang padangannya tajam dan sehat yang tidak memiliki uzur (halangan) ?

Berpuasa namun meninggalkan shalat merupakan pertanda jelas bahwa sebenarnya ia tidak berpuasa. Jika tidak demikian mengapa ia meninggalkan kewajiban yang utama (Shalat) padahal kewajiban itu merupakan satu rangkaian utuh yang tidak dapat dipisahkan.

Kewajiban tersebut bukanlah untuk kepentingan Allah. Karena Allah tidak membutuhkan kita. Sebaliknya kitalah yang membutuhkan Allah. Sebagaimana Allah tegaskan dalam kalam-Nya yang artinya :

“ Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik “

( al-Hajj : 37 )

Dengan demikian, mendirikan puasa dan shalat adalah demi kepentingan dan maslahat kita sendiri, baik di dunia maupun diakhirat. Karena kedunya tidak bisa dipisahkan.

Refrensi :

El-Qudsy, Dr.Hasan . 2012 . Kumpulan kultum terlengkap sepanjang tahun . Surakarta : Shahih