Penaklukan Mesir oleh Amr bin Ash di Bulan Ramadhan

            Assalamu’alaikum warahamatullah wabarakatuh, saudaraku yang dirahmati Allah. Puji syukur terhadap Allah subhanahu wata’ala atas segala nikmat dan karunia-Nya. Semoga kita semua selalu berada dalam hidayah dan perlindungan-Nya sampai akhir kelak. Shalawat dan salam selalu kita curah limpahkan kepada junjungan alam, sang perubah peradaban Nabiyyuna Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam.

            Ikhwani wa Akhwati aizza, bulan Ramadhan adalah bulan yang kita tunggu-tunggu karena banyak sekali keberkahan didalamnya. Namun tahukah kamu, ada banyak peristiwa yang mewarnai keberkahan di bulan Ramadhan ini? Salah satunya adalah penaklukan Mesir yang saat itu sedang di kuasai Bizantium Romawi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberi tanda bahwa Umat Islam akan menaklukan Mesir.

نَّكُم سَتَفْتَحُونَ مِصْرَ، وَهِيَ أَرْضٌ يَسمَّى فِيْهَا القِيْرَاط، فَإِذَا فَتَحْتُمُوهَا، فَأَحْسِنُوا إِلَى أَهْلِهَا؛ فَإِنَّ لَهُم ذِمَّةٌ وَرَحِمًا

“Sungguh kalian akan membebaskan Mesir. Ia adalah sebuah negeri yang juga dinamakan dengan Al-Qirath.Ketika kalian membuka negeri itu. Bersikap baiklah kepada penduduknya, sebab mereka memiliki kesetiaan dan hubungan rahim .” (HR. Hakim)

            Kala itu Mesir masih di kuasai Dinasti Sasanyah (Persia), sebelum akhirnya ditaklukan oleh Kekaisaran Bizantium Romawi. Pasukan Bizantium yang kelelahan saat itu sudah diawasi jauh-jauh hari oleh Khalifah. Khalifah Umar bin Khattab tidak ingin melewatkan kesempatan ini, beliau kemudian mengutus Amr bin Ash untuk membebaskan Mesir. Alasan Umar bin Khattab memilih Amr bin Ash adalah karena beliau sudah pernah melakukan perjalanan ke Mesir bahkan sebelum Rasulullah diutus menjadi Rasul. Sehingga Amr bin Ash sudah tau seluk beluk daerah Mesir.

            Ada cerita menarik sebelum terjadi penaklukan, Amr bin Ash berangkat hanya dengan 6 ribu pasukannya (ada yang bilang 4 ribu). Karena pasukan inti muslimin pada saat itu sedang berjaga-jaga dari serangan Dinasti Sasaniyah (Persia). Umar bin Khattab yang khawatir akan keadaan Amr bin Ash kemudian mengirimkan sebuah surat. Amr bin Ash sudah tau apa maksud dari sang Khalifah , ia tidak langsung membuka surat itu. Namun menyuruh pasukannya untuk melewati perbatasan Mesir terlebih dahulu. Ketika dibuka isinya adalah : “Apabila suratku sampai kepadamu sebelum engkau memasuki Mesir, maka kembalilah. Tetapi jika engkau sudah memasukinya, lanjutkanlah dengan keberkahan dari Allah,”

            Sesuai prediksi Amr bin Ash, beliau kemudian melanjutkan pejalanan untuk penaklukan Mesir. Dalam buku Pintar Sejarah Islam ,dikatakan perang muslim dan Romawi belangsung selama 1 bulan dan kemenangan atas pasukan muslimin.

            Saat itu Alexandria masih menjadi ibukota Mesir, pasukan muslimin memasuki Alexandria dan menjadikannya sebagai markas. Begitu juga dengan Amr bin Ash yang kemudian mengusulkan kepada sang khalifah agar tetap menjadikannya sebagai ibukota. Namun Umar bin Khatab menolaknya, dengan alasan Alexandria adalah Kota Maritim dan berbahaya jika angkatan laut Bizantium melakukan serangan tiba-tiba lewat laut.

            Sebagai gantinya Fustath akan menjadi ibukota Mesir, karena letaknya yang di tengah-tengah dan jaraknya dekat dengan Madinah. Fustath inilah yang sekarang dikenal dengan Kairo.

            Ikhwani wa akhwati fillah, ada beberapa hikmah yang dapat kita pelajari dari peristiwa tersebut, diantaranya adalah kemuliaan bulan Ramadhan, banyak peristiwa –peristiwa lain yang bisa kita teladani di bulan berkah ini. Kemudian sabda Rasulullah yang dari jauh hari sudah memberitakan kabar tentang penaklukan ini, sudah sepantasnya kita sebagai kaum muslimin meng-imaninya. Lalu sikap Panglima Amr bin Ash yang pantang menyerah terhadap musuhnya. Dan selalu berserah diri terhadap Allah subhanahu wata ‘ala.

Referensi :

Buku Pintar Sejarah Islam

Belajar dari Negeri Para Nabi, Edgar Hamas

Fadhail Mishra wa Mazaya Ahliha, Dr Musa Asy Syarif

Fathu Mishra, Jam’iah Al Azhar Asy Syarif