Sembunyikan Amalanmu

Sembunyikan amalanmu!

Mohamad Bagus Rizky,
Yogyakarta, 10 November 2019

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Ikhwani wa Akhwati, merahasiakan amalan memang sulit untuk dilakukan apalagi dengan sifat dasar manusia yang suka dipuji ,dihormati dan dibangga-banggakan. Sebagian orang lebih senang jika orang lain atau temannya mengetahui amalannya. Misalnya:

“Eh tau ga tadi malem pas shalat tahajud ada yang aneh?”
“Maaf ya kayaknya gabisa ikut jalan jalan, soalnya tadi uangnya abis aku sedekahin.”

Secara tidak langsung, ada sifat riya dan sum’ah dalam diri kita. Coba kita hitung ada berapa amalan rutin yang kita sembunyikan? Satu ? dua ? atau bahkan tidak ada sama sekali.

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka mengasingkan diri*.”
Hadist ini menganjurkan kita untuk merahasiakan amalan-amalan ibadah kita ,bahkan lebih dari kita menyembunyikan dosa-dosa kita. Lalu bagaimana para salafus sholeh* merahasiakan amalannya ?

Ar- Robi bin Khutsaim (murid dari ‘Abdullah bin Mas’ud) tidak pernah mengerjakan shalat sunnah di masjid kaumnya kecuali hanya sekali. Beliau lekas menutup mushaf ketika ada orang lain di sekitarnya. Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Orang yang mengeraskan bacaan Al-Qur’an sama halnya dengan orang yang terang-terangan dalam bersedekah. Orang yang melirihkan bacaan Al-Qur’an sama halnya dengan orang yang sembunyi-sembunyi dalam bersedekah .” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Ayub As Sikhtiyaniy pernah mendirikan shalat malam. Saat subuh hampir menjelang, tetangga disekitar rumahnya terbangun. Sontak, beliau merebahkan tubuhnya dan mengeluarkan suara seperti seorang yang baru terbangun. Hal ini ia lakukan agar tetangganya tidak tahu ia habis mendirikan shalat malam.

Ali bin Husain* memikul karung berisi roti tiap malam. Beliau membagikannya ke setiap rumah secara sembunyi-sembunyi. Beliau mengatakan “Sesungguhnya sedekah secara sembunyi-sembunyi akan meredam kemarahan Rabb ‘azza wa jalla.” Hingga suatu hari Ali bin Husain meninggal dunia dan penduduk madinah tidak lagi mendapati seseorang yang mengantarkan makanan setiap malam.
Daud bin Abi Hindi berpuasa selama 40 tahun dan tidak seorangpun termasuk keluarganya yang tahu. Beliau adalah seorang penjual sutera di pasar. Di pagi hari,ia keluar ke pasar sambil membawa sarapan. Dalam perjalanan ia menyedekahkan sarapannya, sehingga orang di pasar mengira ia sudah sarapan di rumah. Dan orang dirumah mengira ia sudah sarapan di pasar.

Luar biasa bukan? Bahkan ada ulama yang membatalkan puasanya karena takut temannya tau ia sedang berpuasa sunnah. Dan masih banyak lagi kisah-kisah salafus sholeh lain dalam menyembunyikan amalannya, Lalu amalan apa saja yang bisa kita sembunyikan dalam zaman milenial ini?

Shalat Sunnah
“Wahai sahabatku, shalatlah kalian di rumah kalian. Sesungguhnya sebaik-baik shalatnya seseorang adalah shalat yang dikerjakan di rumahnya sendiri ,kecuali shalat wajib.” (Muttafaqun ‘alaih). Hadist ini menganjurkan kita agar melaksanakan shalat sunnah di rumah sebelum berangkat ke masjid. Bukan shalat sunnah dirumah dan shalat wajib dirumah ya.

Puasa Sunnah
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma* berkata “Jika salah seorang di antaramu sedang berpuasa, maka hendaklah dia memakai minyak wangi dan bersisirlah.” Hal ini bertujuan agar kita selalu terlihat segar tidak lemas dan orang lain tidak mengetahui kalau kita sedang berpuasa.

Demikianlah tips-tips bagaimana cara untuk menyembuyikan amalan-amalan kita. Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan di jauhkan dari sifat Riya dan Sum’ah . Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Wallahu a’alam bisshawab

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
_______

*Mengasingkan diri berarti menyembunyikan amalan dari orang lain

*Salafus sholeh : generasi yang lahir dari abad 0-3 Hijriyah. Seperti Imam Malik (93 H) , Imam Syafi’I (150 H)

*Nama lengkapnya adalah Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf. Ia merupakan cicit Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sayyidah Fatimah.

*Ibnu Abbas bernama Abdullah bin Abbas. Beliau merupakan anak dari keluarga saudagar kaya bernama Abbas bin Abdul-Muthallib
_________

Referensi :

https://rumaysho.com/656-tanda-ikhlas-berusaha-menyembunyikan-amalan
Rahasiakan Amal Shalehmu
https://firanda.com/731-merahasiakan-amal-sholeh
Salafus Sholeh dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang Asli
https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/17/03/01/om4qe6313-ikhlas-bermedia-sosial
https://islam.nu.or.id/post/read/106672/bekas-hitam-di-punggung-sayyidina-ali-zainal-abidin
https://www.kompasiana.com/sholihan/55e18c6a1d23bdae08c6659d/rahasiakan-amal-baikmu?page=all
https://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_bin_Abbas
_____________________