BAGAIMANA ENGKAU BERADAB KEPADA ORANG TUA

RESUME KAJIAN

BAGAIMANA ENGKAU BERADAB KEPADA ORANG TUA
📒 Kajian Adab dalam Kitab “Minhajul Muslim” karya Syaikh Abu Bakar Jabar Al-Jazairi

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah
Selasa, 12 November 2019
@masjidnurulashri
_____

Adab kepada orang tua bukanlah bahasan baru tapi banyak ditinggalkan, seringkali hanya teori.

Sering kita mendengar “Jangan berkata ‘ah’ kepada orang tua” tapi secara praktek kadang tidak mudah. Kadang kita menganggap itu hanya sebuah sebab-akibat, dimana jika ortu baik, maka kita juga akan bersikap baik kepada mereka. Kalau ortu tidak memberikan keinginan kita, bersikap acuh kepada kita, atau bersikap keras maka dalam pikiran kita seolah-olah tidak pantas berbakti kepada mereka.

Seorang muslim harus meyakini bahwa berbakti kepada orang tua bukanlah merupakan suatu hukum sebab akibat, bukan karena ortu-lah yang menyebabkan kita ada di muka bumi dan hidup. Akan tetapi baktinya kita kepada ortu tidak lain karena Allah telah menetapkan ini kepada kita.

Bakti kepada ortu adalah hukum yang telah Allah tetapkan pada diri kita.

Beberapa dalil diantaranya:

1⃣ QS Al Isra: 23

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Dalam surat tersebut terdapat 2 perintah yaitu
1) Mentauhidkan Allah (kewajiban utama manusia untuk hablumminallah); dan
2) Birrul walidain (kewajiban manusia untuk hablumminannas)

Jangan sampai engkau memperdengarkan sesuatu yang bisa melukai hatinya. Kata “ah” bisa berbeda tiap daerah. Bisa “duh” atau “ibu kok ngene to” atau semacamnya.

2⃣ QS Lukman: 14

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Perintah berbuat baik, karena ortunya telah mengandung dengan berat dan makin berat, dalam keadaan yang lemah dan semakin lemah.

Dalam ayat ini baru ditunjukkan hukum sebab akibat. Hukum sebab akibat bukanlah yang pertama tapi dalam banyak ayat yang lain, Allah sandingkan tanpa hukum sebab akibat –> maknanya adalah berarti tidak ada kata bosan untuk berbuat baik kepada orang tua.

Dalam sebuah Hadist, disebutkan bahwa Ibnu Mas’ud r.a bertanya kepada Rasulullah ﷺ “Ya Rasulullah, amalan apa yang paling afdhal (baik)?” Lalu Rasulullah ﷺ menjawab 3 hal:
1) Sholat tepat waktu
2) Berbakti kepada orang tua
3) Jihad fii sabilillah

Sehingga berbakti kepada orang tua termasuk ke dalam 3 amalan yang paling utama

Dalam hadist yang lain, Rasulullah ﷺ pernah bertanya kepada para sahabat, “Wahai para sahabat, mau kah kalian aku tunjukkan sesuatu yang paling besar dosanya dari deretan dosa besar?” Lalu para sahabat menjawab, “Tentu saja, ya Rasulullah.” Kemudian Rasulullah ﷺ menjawab:
1) Syirik, kemudian
2) Bertingkah kurang ajar kepada orang tua
___

Lalu kapan seorang anak bisa selesai baktinya kepada orang tua?
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa: “Seorang anak tidak dapat membalas budi kedua orang tuanya kecuali jika dia menemukannya dalam keadaan diperbudak, lalu dia membelinya kemudian membebaskannya.”

Berarti, ada momen demikian? Ya, tapi itu ada saat zaman sahabat.

Sehingga bakti kepada orang tua tidak ada masa expirednya.

Berbakti kepada orang tua merupakan pintu surga yang paling tengah (sementara kita tahu bahwa pintu surga ada 8) maka mana yang disebut sebagai pintu tengah?

Dijelaskan oleh para ulama bahwa cara terbaik untuk masuk surga adalah berbakti kepada orang tua, sejatinya surga yang paling nyaman dimasuki adalah dari pintu berbakti pada orangtua.

Maka “tengah” maksudnya adalah mudah dan nyaman, sebab ortu selalu ada di dekat kita. Bahkan jika ortu sudah meninggal, kita masih punya cara untuk berbakti.

Bentuk bakti kepada orang tua yang sudah meninggal:
1⃣ Sering mendoakannya
2⃣ Menyambung tali silaturahim dengan kerabat-kerabatnya
3⃣ Mengingat ajaran-ajarannya

Sesungguhnya hati bisa berkata, maka obatnya adalah:
1⃣ Tilawatil quran
2⃣ Mengingat kematian (maka ziarah manfaatnya untuk kita sendiri, bukan kebaikan untuk orang yang punya kubur)

Terputus amal ketika meninggal, kecuali:
1) sedekah jariyah
2) ilmu yang bermanfaat
3) anak yang shalih, yang mendoakan ortunya

Maka ajarkanlah do’a kepada anak-anak, ajarkan Qur’an, dll. Sayang sekali jika seorang anak hafal al fathihah dan surat pendek bukan dari lisan orangtuanya, tapi dari gurunya.. Alangkah ruginya…
____

Kajian ini dapat disimak melalui channel youtube NURUL ASHRI

#resumekajian
#kajianmuslim
#infokajianjogja
#kajianjogja
#masjidnurulashri